Xiaomi Hampir Dinamakan Red Star oleh Pendirinya

Siapa yang tidak kenal dengan Xiaomi sekarang yang dulu hampir dinamai Red Star? Di tahun 2010 memang perusahaan asal tiongkok ini belum begitu banyak diketahui atau masih asing di kalangan pengguna ponsel. Namun sekarang, nama Xiaomi sudah banyak dikenal oleh pecinta gadget, khususnya di Indonesia. Memang pada awalnya ponsel Xiaomi masuk di Indonesia banyak melalui jalur tidak resmi atau istilahnya distributor non resmi. Kini, Xiaomi menjadi salah satu brand ponsel populer di Indonesia. Tapi, tidak ada yang menyangka kalau dulunya Xiaomi hampir diberi nama Red Star oleh para pendirinya.
Xiaomi Red Star

Nama Red Star sendiri sebenarnya bukan satu-satunya pilihan pada waktu itu, ada nama lain yang diusulkan selain nama tersebut sebelum memutuskan diberi nama Xiaomi. Dikutip dari GizmoChina, pada tanggal 14 Januari 2010 Lei Jun selaku pendiri dan CEO Xiaomi beserta pada pendiri perusahaan melakukan pertemuan resmi membahas nama bagi calon vendor ponsel tersebut.

Nama pertama yang  diusulkan oleh para pendiri Xiaomi adalah Red Star, tetapi karena ada beberapa permasalahan yang menyangkut hak cipta akhirnya pilihan tersebut tidak bisa direalisasikan. Selain Red Star, ada juga pilihan lainnya yaitu Xuande, dimana nama tersebut mirip dengan nama tempat pertemuan para pendiri Xiaomi. Namun hal itu juga tidak mendapatkan persetujuan karena dianggap bunyinya tidak cocok. Banyak usulan-usulan nama yang muncul saat pertemuan tersebut selain Red Star dan Xuande, diantaranya adalah Xianqi, Linqi, Red Storm, dan lain lain, sebelum akhirnya dipilih nama Xiaomi sebagai nama vendor ponsel sampai sekarang.

Xiaomi sendiri mempunyai arti secara harfiah adalah beras kecil, dan merek ponselnya adalah MI. Menurut Lei Jun, MI mempunyai arti khusus antara lain adalah kependekan dari Mobile Internet. Hal ini dikarenakan karena Xiaomi akan berkecimpung sebagai perusahaan perangkat mobile yang terhubung dengan jaringan internet. Tidak hanya itu, MI juga kependekan dari Mission Imposible dimana hal itu adalah upaya perusahaan untuk menjalankan berbagai misi yang dianggap tidak mungkin atau impossible.

Ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa Xiaomi didirikan oleh Lei Jun bersama dengan 14 orang lainnya dalam sebuah ruangan kecil di Beijing. Ada pula yang menyebutkan jumlah orang yang hadir pada saat itu hanya delapan orang. Entah yang mana yang benar hal itu bukanlah masalah, yang pasti pada saat itu ada salah satu yang hadir bernama Lin Bin, yang bersama dengan Lei Jun sebagai CEO. Lin Bin merupakan pentolan Xiaomi dengan posisi presiden. Nah, dari sinilah nama Xiaomi semakin dikenal oleh pengguna ponsel saat ini.

Xiaomi Hampir Dinamakan Red Star oleh Pendirinya | posted by admin | 4.5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *